أَسْمَاءُ الْحُسْنَي

هُوَ اللهُ الَذِى لاَاِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ الْمَالِكُ الْقُدُوْسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ الْغَفَّارُ الْقَهَّارُ الْوَهَّابُ الرَّزَّاقُ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الْخَافِضُ الرَّافِعُ الْمُعِزُّ الْمُذِلُّ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ الْحَكَمُ الْعَدْلُ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ الْحَلِيْمُ الْعَظِيْمُ الْغَفُوْرُ الشَّكُوْرُ الْعَلِىُّ الْكَبِيْرُ الْحَفِيْظُ الْمُقِيْتُ الْحَسِيْبُ الْجَلِيْلُ الْكَرِيْمُ الرَّقِيْبُ الْمُجِيْبُ الْوَاسِعُ الْحَكِيْمُ الْوَدُوْدُ الْمَجِيْدُ الْبَاعِثُ الشَّهِيدُ الْحَقُّ الْوَكِيْل الْقَوِىُّ الْمَتِيْنُ الْوَلِىُ الْحَمِيْدُ الْمُحْصِى الْمُبْدِئُ الْمُعِيْدُ الْمُحْيِ الْمُمِيْتُ الْحَيُّ الْقَيُوْمُ الْوَاجِدُ الْمَاجِدُ الْوَاحِدُ الاَحَدُ الصَّمَدُ الْقَادِرُ الْمُقْتَدِرُ الْمُقَدِّمُ الْمُؤَخِّرُ اَلاَوَّلُ الآخِرُ الظَّاهِرُ الْبَاطِنُ الْوَالِيُ الْمُتَعَالِى الْبَرُّ التَّوَّابُ الْمُنْتَقِمُ الْعَفُوُّ الرَّءُوْفُ مَالِكُ الْمُلْكِ ذُوالْجَلاَلِ وَ الْإِكْرامِ الْمُقْسِطُ الْجَامِعُ الْغَنِيُّ الْمُغْنِى الْمَانِعُ الضَّارُ النَّافِعُ النُّوْرُ الْهَادِى الْبَدِيْعُ الْبَاقِى الْوَارِثُ الرَّشِيْدُ الصَّبُوْرُ

Selasa, 24 Juli 2012

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.
Etimologi Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti yakni [1]: 1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penah hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami 2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat 3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya) Keistimewaan Dalam Al Qur'an, tepatnya Surat Al Qadar malam ini dikatakan memiliki nilai lebih baik dari seribu, bulan .97:1 Pada malam ini juga dikisahkan Al Qur'an diturunkan, seperti dikisahkan pada surat Ad Dukhan ayat 3-6. 44:3 Waktu Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan : " Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Minggu, 19 Februari 2012

JAGO

Tahukah.... betapa pentingnya JAGO bagi kita orang Islam, Jago berjasa membangunkan kita untuk menunaikan Sholat Subuh, Jago akan diburu orang-orang ketika ada acara NYADRANAN, budaya tradisi leluhur, yaitu ziarah bersama-sama ke makam seseorang yang dianggap sebagai CIKAL BAKAL dan berjasa dalam penyebaran agama islam, jago di daerah kami itu sebagai syarat seseorang yang sedang melakukan acara MANAQIBAN.. atau buat KHATAMAN bagi anak-anak santri yang sudah selesai mengaji atau muwadaahan... jago juga buat adu jago dalam upacara pernikahan... dan masih banyak lagi fungsi jago dalam kehidupan.
AYAM Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) adalah unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Ayam peliharaan (selanjutnya disingkat "ayam" saja) merupakan keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutan yang dikenal sebagai ayam hutan merah (Gallus gallus) atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Kawin silang antarras ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacam-macam fungsi; yang paling umum adalah ayam potong (untuk dipotong) dan ayam petelur (untuk diambil telurnya). Ayam biasa dapat pula dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam hutan hijau, yang menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal sebagai ayam bekisar. Dengan populasi lebih dari 24 miliar pada tahun 2003, Firefly's Bird Encyclopaedia menyatakan ada lebih banyak ayam di dunia ini daripada burung lainnya. Ayam memasok dua sumber protein dalam pangan: daging ayam dan telur. [sunting] Biologi dan habitat Ayam peliharaan berasal dari domestikasi ayam hutan merah (ayam bangkiwa, Gallus gallus) yang hidup di India. Namun demikian, pengujian molekular menunjukkan kemungkinan sumbangan plasma nutfah dari G. sonneratii, karena ayam hutan merah tidak memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi salah satu ciri ayam peliharaan. Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. Perkelaminan ini diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif. Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon. Ayam berukuran kecil kadang-kadang dimangsa oleh unggas pemangsa, seperti elang. Telur ayam. Ayam jantan yang sedang berkokok di pagi hari. [sunting] Macam-macamnya Karena ayam termasuk unggas peliharaan populer dan murah, muncul berbagai istilah teknis akibat kegiatan penangkaran dan peternakan ayam. Berdasarkan fungsi Menurut fungsinya, orang mengenal * ayam pedaging atau ayam potong (broiler), untuk dimanfaatkan dagingnya; * ayam petelur (layer), untuk dimanfaatkan telurnya; * ayam hias atau ayam timangan (pet, klangenan), untuk dilepas di kebun/taman atau dipelihara dalam kurungan karena kecantikan penampilan atau suaranya (misalnya ayam katai dan ayam pelung; ayam bekisar dapat pula digolongkan ke sini meskipun bukan ayam peliharaan sejati); * ayam sabung, untuk dijadikan permainan sabung ayam. Istilah ayam sayur dipakai untuk ayam kampung atau ayam aduan yang selalu kalah, dan tidak diseleksi khusus sebagai ayam pedaging. Berdasarkan ras Ayam Sumatra Di Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras, atau kampung). Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn ("lehor"). Ke dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk sifat/penampilan tertentu: * ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang memiliki kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias; * ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias; * ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias; Berdasarkan penampilan luar (fenotipe) khas Ayam "bantam" adalah istilah bahasa Inggris untuk ayam katai atau setengah katai hasil seleksi. Terdapat pula beberapa istilah untuk menyebut penampilan fenotipe khas tertentu namun sifat itu tidak selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti * ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri; * ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan. * ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam "normal"), terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini.

Kamis, 16 Februari 2012

MASJID AL AZHAR JUNGPASIR: betik

MASJID AL AZHAR JUNGPASIR: betik

betik

pernah dengar, ikan betik.... ikan betik hidup di air tawar, di sungai, persawahan, rawa-rawa. ikan ini mempunyai kemampuan hidup yang sangat kuat, tubuhnya banyak berduri ( atas bawah ).. di daerah kami ikan betik banyak diburu untuk dipancing, sensasi memancing betik memang luar biasa, begitu dimakan kail pancing kita terasa bergetar... dan cuit, ketangkap dia. ikan ini enak digoreng, enak lagi dibakar dicoss diatas coek bersambal pedas pake sayur bening, aduh.... terasa seperti ndak punya hutang saja bila sudah makan pakai lauk ikan betik, segar dan berkeringat... kalau ndak percaya coba saja.... he...2x

Rabu, 15 Februari 2012

“ AL-LUBAB” ‘Ala Thoriqil Barqi Fi Ta’allumil Kitab ( QUANTUM READING BOOK) Cara Cepat Membaca Kitab 6 Jam Langsung Praktek “


oleh : Ustadz Ahmad Fahruddin
(mantan Lurah Desa Jungpasir)

Bagi sebagian santri ataupun murid di sekolah pelajaran Nahwu shorof adalah satu pelajaran yang diangggap momok karena kadar kesulitannya . Setiap kali mendengar kata itu pasti konotasinya yang terbersit adalah hafalan , baik yang berupa nadhoman,natsar, tasrifan atau sekedar ringkasan . Padahal ilmu Nahwu shorof tersebut sangatlah penting sebagai alat untuk membaca atau mempelajari kitab kuning yang menjadi menu wajib di pondok pesantren dan juga madrasah-madrasah.

“ Itulah awal mula dari kegundahan hati saya melihat saat ini banyak anak-anak yang enggan mempelajari ilmu nahwu shorof karena mereka anggap rumit dan sulit. Dari itulah terbersit di pikiran saya untuk membuat suatu metode pembelajaran ilmu nahwu shorof itu agar lebih mudah sehingga mereka yang akan mempelajari tidak merasa takut tidak bisa. Alhamdulillah dari 15 tahun lebih menjadi pengajar ditambah denga bekal saya ngaji di pondok pesantren saya pun bisa membuat metode baru yang kami tulis menjadi buku yang kami beri judul “ AL-LUBAB” ‘Ala Thoriqil Barqi Fi Ta’allumil Kitab ( QUANTUM READING BOOK) Cara Cepat Membaca Kitab 6 Jam Langsung Praktek “ kata beliau pak den biasa disebut.

methode ini bagus terutama bagi santri, pelajar dan mahasiswa apalagi bagi para santri yang sudah lama tidak mengaji dan lupa dengan ilmu nahwu-shorof, begitu kata mas fidhin dan pak ir yang telah melihat langsung prosesi pembuatan audio vidio methode ini, dengan durasi sekitar 3 jam seseorang sudah diajak menjelajahi dasar-dasar ilmu nahwu-shorof, inya Allah sekitar 1 bulan ke depan cd methode ini akan diedarkan.

sudah banyak yang mengakui bagusnya metode ini, terbukti banyaknya permintaan presentasi langsung dari methode ini, baik dilingkungan pondok pesantren, madrasah, kampus bahkan individu, misal pada bulan januari kemaren beliau diundang sampai ke luar jawa yaitu pulau sumatra,
meski demikian, banyak penolakan dan sikap apriori dan mengatakan imposible terhadap methode ini terutama dari sebagian santri di desa ini, entah apa motifnya.
lepas dari semua itu, kita harus memberikan apresiasi baik terhadap methode ini karena untuk penyelamatan dan pengembangan ilmu nahwu-shorof dan menggugah kembali para mantan santri untuk kembali mempelajari ilmu ini.

semoga bermanfa'at, Wallahu A'lam.

WACANA MENYATUKAN KEGIATAN HAUL BERSAMA DI DESA JUNGPASIR



WACANA MENYATUKAN KEGIATAN HAUL BERSAMA DI DESA JUNGPASIR

بسم الله الرحمن الرحيم



HASIL RAPAT PADA :

Hari : Jum’at
Tanggal : 3 Februari 2012
Waktu : Jam 13.00 setelah sholat jum’at
Tempat : Masjid Al Azhar Jungpasir
Pengundang : Forum Silaturahim Masyarakat Jungpasir di Jakarta ( tertanda H. Ahmad Faizin mengetahui Kepala Desa )
Embrio Rapat : Rapat ini dilaksanakan sebagai kesepakatan pada rapat sebelumnya yang dilaksanakan pada Hari Rabu, 1 Februari 2012 di rumah Bapak H. Ahmad Faizin Jam 20.00 sampai selesai yang dihadiri oleh forum silaturahim masyarakat jungpasir di Jakarta bersama dengan perwakilan kaum masjid dan musholla se-Desa Jungpasir, yang hasilnya dibawa pada rapat tingkat desa di Masjid Al Azhar Jungpasir.

Moderator : Abdul Mughni, S.Ag ( ketua NU desa Jungpasir )
Notulen : Hafidhin ( Sekretaris NU dan Ta’mir Masjid Al Azhar Jungpasir )
Paparan :
1. H. Ahmad Faizin :
a. Penarikan dana ke Jakarta dari desa untuk kegiatan pengajian haul terlalu banyak, proposal yang satu belum dilaksanakan sudah ada menyusul proposal berikutnya, sehingga team penarik dan yang ditarik merasakan mengalami kejenuhan.
b. Estimasi dana yang ditarik untuk kegiatan non fisik selama 1 tahun bisa mencapai ± 120.000.000,- seandainya dana itu dipergunakan pembangunan fisik akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat
c. Ukhuwah islamiyah lebih dikembangkan, kongkritnya dengan menyatukan pengajian haul masyayeh.
2. H. Rukaini
a. Penegasan dari pemapar pertama
b. Kronologis – wacana ini ( seperti yang disampaikan pemapar pertama ) berasal dari pendapat individu dan kelompok masyarakat jungpasir di jakarta sejak 4 tahun telakhir, rapat pada hari ini sudah dirapatkan sebelumnya di Jakarta dan di Desa yang dihadiri kepala desa Jungpasir
c. Kebebasan untuk menerima dan menolak wacana ini, akan diatur moderator dalam rapat ini.
d. Para penarik dana di jakarta dapat membaca sikap terhadap masyarakat yang ditarik hampir 90 % setuju atas gagasan ini, dengan tidak mengurangi rasa ta’dzim terhadap para masyayeh dan mencari solusi ke depan terbaik untuk masyarakat Desa Jungpasir
3. Simpulan Paparan
1. Evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan di Desa Jungpasir
2. Bilamana Haul di seluruh Desa Jungpasir dijadikan menjadi satu menjadi HAUL AKBAR
3. Pendapat –pendapat perwakilan
1. Kaum Musholla Nurul Huda
Gus Amin : belum berpendapat karena belum dirembugkan dengan teman- teman yang lain
Sihabuddin : harus mendengarkan pendapat dari para kiyai dan guru terlebih dahulu
2. Kaum Musholla Al hidayah
K. Turjaun : penarikan dana ke Jakarta tidak melalui penarik yang seperti biasa ini.
KH. Abdul Ghofur : Setuju dijadikan satu tergantung keluarga ndalem yang duhauli
3. Kaum Musholla Al Amin
Muadzim : belum rembug dengan teman-teman dan harus ada ijin kiyai (idem nurul huda)
4. Kaum Masjid Al Azhar
Nur Rofiq : Setuju pengajian haul dijadikan satu karena dari team penarik di jakarta dan di desa sudah mulai keberatan
K. Tahrir : Setuju disatukan dengan tujuan ukhuwah
HM. Sholihun : setuju haul dijadikan satu, pembanguan juga dijadikan satu.
5. Kaum Musholla Syafinatul Jinan
Jaelani : yang dijadikan satu haulnya tapi pengajian maulid kan tidak.
6. Kaum Musholla Al Muhtadin
K. Abdur Rosyad : Setuju Haul Akbar
Soeb : Ikut saja hasil dari rapat ini
7. Kaum Musholla Baitul Izza
Abdul Ghoni, S.Ag : Sangat setuju haul akbar, dana dialihkan ke pembangunan fisik
Sholehan : sangat setuju haul dijadikan satu agar tidak terjadi kecemburuan
8. Kaum Musholla Miftahul Huda
KH. Syarkowi : ikut saja dengan usul forum yang di Jakarta
Suaib : setuju-setuju haul dijadikan satu, untuk proposal dana ke jakarta hanya boleh kegiatan Maulid Nabi
9. Pendapat lain
1. Ahmad Dalhar : mempertanyakan mekanismenya bagaimana dan kapan diberlakukan
2. Jaelani : pengajian akbar akan lebih memperbanyak dana yang dikeluarkan
3. Khoerul Ulum, S.Ag : lebih diperjelas proposal kegiatan mana yang boleh menarik/meminta masyarakat
4. KH. Abdur Rohim : mempersilahkan dan setuju serta kegiatan pondok (haul) masih tetap jalan
5. K. Abdul Afif : SETUJU apa yang menjadi kesepakatan bersama namun kegiatan kaum diberikan hak untuk mengadakannya
6. KH. A. Hasyim : Haul akbar sudah pernah ada (read: mungkin Maulid Akbar yang dimaksud), haul-haul yang ada dijadikan satu saja seperti dulu.
7. Gus Ma’mun : setuju tapi jangan membatasi kegiatan pondok pesantren
8. Sabiq Khoeron, S.Pd.I : mengikuti kesepakatan bersama-sama
9. KH. Abdullah hadziq : 1. Setuju haul diadakan akbar/dijadikan satu, tekhnisnya bila digilir akan menjadikan kecemburuan maka tempatnya menjadi satu yaitu di Masjid
2. kesepakatan ini tidak semerta-merta diberlakukan namun untuk 1 tahun ke depan

10. Untuk mekanismenya akan dibahas lebih lanjut.


و الله ا علم بالصواب

Senin, 30 Januari 2012

PERAYAAN MAULID NABI: Harapan-harapan untuk Para Calon Pemimpin

Sebagai pembuka wacana, ada baiknya kita kutip amanat Presiden Soekarno pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, tanggal 6 Agustus 1963 (Penerbitan Sekretariat Negara No. 618/1963).

"Sore-sore saya diajak oleh Presiden Suriah Sukri al-Kuwatly ke makam Salahuddin. Lantas Presiden Kuwatly bertanya kepada saya, apakah Presiden Soekarno mengetahui siapa yang dimakamkan di sini? Saya berkata, saya tahu, of course I know. This is Salahuddin, the great warrior, kataku. Presiden Kuwatly berkata, tetapi ada satu jasa Salahuddin yang barangkali Presiden Soekarno belum mengetahui. What is that, saya bertanya. Jawab Presiden Kuwatly, Salahuddin inilah yang mengobarkan api semangat Islam, api perjuangan Islam dengan cara memerintahkan kepada umat Islam supaya tiap tahun diadakan perayaan Maulid Nabi."

Jadi sejak Salahuddin tiap-tiap tahun umat Islam memperingati lahirnya, juga wafatnya Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi ini oleh Salahuddin dipergunakan untuk membangkitkan semangat Islam sebab pada waktu itu umat Islam sedang berjuang mempertahankan diri terhadap serangan-serangan dari luar pada Perang Salib. Sebagai strategi besar, saudara-saudara, bahkan sebagai psychology massa besar. Artinya orang yang mengetahui ilmu jiwa dari rakyat jelata, Salahuddin memerintahkan setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi.

Sebagaimana dijelaskan dalam amanat Bung Karno di atas, peringatan Maulid Nabi untuk pertama kalinya dilaksanakan atas prakarsa Sultan Salahuddin Yusuf al-Ayyubi (memerintah tahun 1174-1193 Masehi atau 570-590 Hijriah) dari Dinasti Bani Ayyub, yang dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama "Saladin". Meskipun Salahuddin bukan orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi, pusat kesultanannya berada di Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia.

Pada masa itu dunia Islam sedang mendapat serangan-serangan gelombang demi gelombang dari berbagai bangsa Eropa (Prancis, Jerman, Inggris). Inilah yang dikenal dengan Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 laskar Eropa merebut Yerusalem dan mengubah Masjid al-Aqsa menjadi gereja! Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan (jihad) dan persaudaraan (ukhuwah) sebab secara politis terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan, meskipun khalifah tetap satu, yaitu Bani Abbas di Bagdad, sebagai lambang persatuan spiritual.

Menurut Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada nabi mereka. Dia menghimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiulawal, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini dirayakan secara massal.

Sebenarnya hal itu bukan gagasan murni Salahuddin, melainkan usul dari iparnya, Muzaffaruddin Gekburi, yang menjadi atabeg (semacam bupati) di Irbil, Suriah Utara. Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat Nasrani, Muzaffaruddin di istananya sering menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi. Hanya saja perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun. Adapun Salahuddin ingin agar perayaan Maulid Nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa.

Pada mulanya gagasan Salahuddin ditentang oleh para ulama sebab sejak zaman Nabi, peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang. Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah An-Nashir di Bagdad, ternyata Khalifah setuju.

Maka pada ibadah haji bulan Zulhijjah 579 Hijriyah (1183 Masehi), Sultan Salahuddin al-Ayyubi sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialisasikan kepada masyarakat Islam di mana saja berada,bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 RabiulAwwal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 Hijriah) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan tersebut.

Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan sehingga pada tahun 1187 (583 Hijriah) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjid al-Aqsa menjadi masjid kembali sampai hari ini.

Jika kita membuka lembaran sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa, perayaan Maulid Nabi dimanfaatkan oleh para Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

Itu adalah kisah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi inspirasi sebuah perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Kita sebagai rakyat Aceh patut berbangga karena tradisi perayaan Maulid begitu meriah. Semangat gotong royong, kekeluargaan dan kebersamaan tumbuh di Gampong-gampong. Kebersamaan yang begitu indah diwujudkan dalam suka cita. Mungkin tidak sama tradisi di daerah Tanah Rencong ini dengan daerah lain. Kita dengan ikhlas mengeluarkan uang untuk dikumpulkan secara bersama-sama dan dibelikan seekor lembu yang kemudian dipotong dan dimasak secara bersama-sama dan kemudian dibagikan kembali ke semua warga.

Di balik fenomena adat ataupun tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Serambi Mekkah ini, ada sebuah hikmah besar yang dapat kita ambil, yaitu semua dari kita oleh kita dan untuk kita, yang dijalankan penuh keikhlasan, kejujuran dan bertanggung jawab karena itu demi kemaslahatan umat. Gambaran di atas memang sengaja penulis uraikan sebagai pengantar kepada kita semua,
Dari perayaan Maulid Nabi ini ada hikmah yang sangat berharga, yang dapat kita ambil untuk memilih pemimpin dalam Pemilukada Aceh 2011. Sebagai Provinsi satu-satunya di Indonesia yang menerapkan Hukum Syariat Islam sudah selayaknya masyarakat berpedoman pada Sunnah Rosul dalam memilih seorang calon pemimpin, seyogyanya para pemimpin itu memiliki empat prinsip yang selalu diajarkan Rosul, yaitu: siddiq (jujur), amanah, tabliq dan fathanah.

Di saat jaman modern sekarang ini, mungkin tidak akan kita temukan pemimpin yang mendekati sempurna sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang memimpin di masanya. Jika pertanyaannya demikian, tentu jawabannya tidak ada. Akan tetapi yang kita butuhkan untuk kondisi seperti daerah Aceh sekarang ini adalah para pemimpin yang mempunyai hati nurani, jiwa kemanusiaan yang tinggi dan yang akan menangis bila melihat rakyatnya kelaparan, menjadi pengemis, dan peminta-minta, serta pemimpin yang berahlakulkarimah yang sadar kalau di akhirat nanti dia akan dibakar di dalam neraka jahanam atas semua perbuatannya bila menjalankan amanah jabatan dengan sewenang-wenang, menghalalkan segala cara dalam menjalankan roda pemerintahan, korupsi untuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompok.